Permintaan terakhir
Di sebuah desa yang ada di pinggir kota hidup seorang leleki
paruh baya. Dia tinggal dengan anak dan istrinya. Dia mempunyai satu anak laki
laki yang sangat di sayanginya. Suatu hari anak itu berpikir untuk meninggalkan
desa karena ingin mencari pekerjaan. Lalu dia bertanya pada bapaknya “pak apa
saya boleh pergi ke kota untuk mencari pekerjaan” tanya anak tersebut “kanapa
kamu ingin pergi ke kota, bekerja saja di sini. Bapak punya banyak lahan sawah
disini” jawab bapaknya “ tapi saya ingin mencari pengalaman dengan pergi ke
kota” “tapi kamu ini hanya lulusan SMA, disana kamu ingin kerja apa? Lebih baik
kamu kuliah saja di kota” shut bapaknya “ya sudah kalau begitu saya akan kuliah
di kota” jawabnya.
Selang beberapa hari setelah berbicra pada bapaknya dia pergi
ke kota. Sesampainya di kota dia langsung mencari universitas yang akan
dimasukinya setelah itu dia mencari tempat tinggal. Sudah sebualan anak itu
berada di kota, dia sangat menikmati kehidupan barunya. Walaupun dia sangat
senang dengan kehidupan barunya, tapi dia mempunyai masalah yaitu biyaya untuk
membayar uang gedung. Lalu dia menelpon bapaknya dia meminta uang untuk
membayar uang gedung tersebut. Saat di telpon bapaknya kaget karena jumlah uang
yang di minta oleh anaknya sangat banyak, lalu bapaknya menjual sawah yang ada
di desa untuk membayar uang gedung itu dan sisanya untuk keperluan anaknya.
Setelah kuliah beberapa tahun anak itu lulus. Lalu dia mencari pekerjaan.
Setelah berputar putar dan berkaliling di kota unutuk mencar pekerjaan akhirnya
dia mendapatkan pekerjaan.
Sudah tiga bulan dia bekerja di perusahaan itu namun dia lupa
akan keluarganya. Pada saat jam kerja tiba tiba ada teipon yang masuk ternyata
itu adalah bapaknya, lalu dia menjawab telpon tersebut “halo ada apa ya pak?”
tanay anak itu “nak enapa kamu tidak pulang sudah enam bulan lebih kamu tidak
mengunjungi bapak dan ibu didesa. Sekarang ibu sedang sakit, dia ingin bertemu
denganmu” kata bapak tersebut “pak sekarang aku ini sedang sibuk. Aku tidak
bisa menemui ibu” jawab anak itu “tapi ibumu sekarang sangat ingin brtemu
dengan denganmu” sahut bapak itu “sudah kubilang aku tidak bisa, sekarang ini
aku sedang sibuk” menjawab bapaknya dengan marah dan kesal “jadi kamu lebih
mementingkan pekerjaanmu dari pada keluargamu” tanya bapak itu “iya aku lebih
mementingkan pekerjaan ini” lalu anak itu menutup telpon. Bapaknya hanya bisa
mengelus dada dan berkata “kenapa anak ku bisa menjadi seperti itu” matanya
nanar dan berkaca kaca karena memikirkan kata kata anaknya. Setelah beberapa
hari ibu anak itu meninggal dunia dan ibunya mempunyai keinginan terakhir yaitu
ingin bertemu anaknya tapi tidak bisa terwujud. Saat anak tersebut mendengar
kabar itu dia langsung pergi ke desa untuk melihat wajah ibunya untuk terakhir
kalinya. Saat di pemakaman anak itu tidak bisa berhenti menangis dia mersa
sangat bersalah lalu dia meminta maaf pada bapaknya.
Ayo, podho sinau bagaimana menulis dialog, bagaimana menulis kata sapaan. Biarlah tokoh-tokohnya yang bercerita, jangan pengarangnya yang bercerita!
BalasHapusYa pak nanti saya ubah, terima kasih
HapusYa pak nanti saya ubah, terima kasih
Hapus