Rabu, 02 Maret 2016

cerpen

Permintaan terakhir

Di sebuah desa yang ada di pinggir kota hidup seorang leleki paruh baya. Dia tinggal dengan anak dan istrinya. Dia mempunyai satu anak laki laki yang sangat di sayanginya. Suatu hari anak itu berpikir untuk meninggalkan desa karena ingin mencari pekerjaan. Lalu dia bertanya pada bapaknya “pak apa saya boleh pergi ke kota untuk mencari pekerjaan” tanya anak tersebut “kanapa kamu ingin pergi ke kota, bekerja saja di sini. Bapak punya banyak lahan sawah disini” jawab bapaknya “ tapi saya ingin mencari pengalaman dengan pergi ke kota” “tapi kamu ini hanya lulusan SMA, disana kamu ingin kerja apa? Lebih baik kamu kuliah saja di kota” shut bapaknya “ya sudah kalau begitu saya akan kuliah di kota” jawabnya.

Selang beberapa hari setelah berbicra pada bapaknya dia pergi ke kota. Sesampainya di kota dia langsung mencari universitas yang akan dimasukinya setelah itu dia mencari tempat tinggal. Sudah sebualan anak itu berada di kota, dia sangat menikmati kehidupan barunya. Walaupun dia sangat senang dengan kehidupan barunya, tapi dia mempunyai masalah yaitu biyaya untuk membayar uang gedung. Lalu dia menelpon bapaknya dia meminta uang untuk membayar uang gedung tersebut. Saat di telpon bapaknya kaget karena jumlah uang yang di minta oleh anaknya sangat banyak, lalu bapaknya menjual sawah yang ada di desa untuk membayar uang gedung itu dan sisanya untuk keperluan anaknya. Setelah kuliah beberapa tahun anak itu lulus. Lalu dia mencari pekerjaan. Setelah berputar putar dan berkaliling di kota unutuk mencar pekerjaan akhirnya dia mendapatkan pekerjaan.


Sudah tiga bulan dia bekerja di perusahaan itu namun dia lupa akan keluarganya. Pada saat jam kerja tiba tiba ada teipon yang masuk ternyata itu adalah bapaknya, lalu dia menjawab telpon tersebut “halo ada apa ya pak?” tanay anak itu “nak enapa kamu tidak pulang sudah enam bulan lebih kamu tidak mengunjungi bapak dan ibu didesa. Sekarang ibu sedang sakit, dia ingin bertemu denganmu” kata bapak tersebut “pak sekarang aku ini sedang sibuk. Aku tidak bisa menemui ibu” jawab anak itu “tapi ibumu sekarang sangat ingin brtemu dengan denganmu” sahut bapak itu “sudah kubilang aku tidak bisa, sekarang ini aku sedang sibuk” menjawab bapaknya dengan marah dan kesal “jadi kamu lebih mementingkan pekerjaanmu dari pada keluargamu” tanya bapak itu “iya aku lebih mementingkan pekerjaan ini” lalu anak itu menutup telpon. Bapaknya hanya bisa mengelus dada dan berkata “kenapa anak ku bisa menjadi seperti itu” matanya nanar dan berkaca kaca karena memikirkan kata kata anaknya. Setelah beberapa hari ibu anak itu meninggal dunia dan ibunya mempunyai keinginan terakhir yaitu ingin bertemu anaknya tapi tidak bisa terwujud. Saat anak tersebut mendengar kabar itu dia langsung pergi ke desa untuk melihat wajah ibunya untuk terakhir kalinya. Saat di pemakaman anak itu tidak bisa berhenti menangis dia mersa sangat bersalah lalu dia meminta maaf pada bapaknya.

3 komentar:

  1. Ayo, podho sinau bagaimana menulis dialog, bagaimana menulis kata sapaan. Biarlah tokoh-tokohnya yang bercerita, jangan pengarangnya yang bercerita!

    BalasHapus